TFT Metodologi Pembelajaran Adz Dzikro: Menguatkan Kompetensi Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Al-Qur'an
Oleh : Ustadz Hasanudin, S.Pd.
Pembelajaran Al-Qur'an di sekolah tidak cukup jika hanya berorientasi pada kemampuan siswa menyelesaikan target bacaan, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap huruf dibaca dengan benar, setiap proses pembelajaran berlangsung efektif, dan setiap siswa mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur'an, SDIT Al Uswah Surabaya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) Metodologi Pembelajaran Adz Dzikro yang diikuti oleh seluruh guru Al-Qur'an. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat implementasi Metode Adz Dzikro di kelas. Pelatihan ini menghadirkan Ust. Irawan Irdianto, S.Hum sebagai pemateri yang membimbing para peserta memahami filosofi, konsep dasar, dan langkah-langkah metodologis pembelajaran Adz Dzikro. Guru tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi, mengamati contoh pembelajaran, serta mempraktikkan langsung tahapan mengajar sehingga mampu menerapkannya secara optimal di kelas.
Dalam pelatihan dijelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya ditentukan oleh banyaknya waktu belajar, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas metode yang digunakan guru. Pembelajaran yang terstruktur, target yang jelas, pengelolaan kelas yang baik, serta kemampuan guru memberikan contoh bacaan yang benar akan membantu siswa mencapai ketuntasan belajar secara lebih efektif.
Metode Adz Dzikro menekankan pentingnya pembelajaran yang aktif, sistematis, dan berpusat pada keterlibatan siswa. Guru diarahkan untuk mampu membangun suasana kelas yang kondusif sejak awal pembelajaran, menyampaikan materi secara bertahap, mengoptimalkan penggunaan alat peraga, memberikan kesempatan latihan yang cukup, serta melakukan evaluasi dan perbaikan bacaan secara berkelanjutan. Selain itu, pelatihan juga mengingatkan bahwa guru Al-Qur'an bukan sekadar pengajar, melainkan teladan bagi para siswa. Keteladanan dalam membaca Al-Qur'an, kesabaran ketika membimbing, ketelitian saat mengoreksi bacaan, serta semangat memotivasi siswa merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang berkualitas.
Melalui penyamaan metodologi ini, diharapkan seluruh guru memiliki standar pembelajaran yang sama sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang seragam di setiap kelas. Dengan demikian, pencapaian target bacaan tidak hanya lebih terukur, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas makhraj, sifat huruf, tajwid, dan kelancaran membaca.
Kegiatan TFT ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SDIT Al Uswah Surabaya dalam meningkatkan profesionalisme guru Al-Qur'an. Sekolah meyakini bahwa peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik. Guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan bermakna.
Melalui pelatihan ini, diharapkan akan memudahkan guru dalam menjalankan amanah mendidik generasi Qur'ani. Dan dengan kompetensi yang terus meningkat akan semakin banyak lahir peserta didik yang mencintai Al-Qur'an, mampu membacanya dengan baik dan benar, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

