Serunya Kegiatan Parents Lab Kelas 3 Abu Bakar SDIT Al Uswah Surabaya
Oleh : Ustadz Abdul Ghofar, S.E., S.Pd.
Surabaya, 12 September 2026 — Suasana hangat dan penuh keterlibatan mewarnai kegiatan Parents Lab Kelas 3 Abu Bakar SDIT Al Uswah Surabaya yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Mengangkat tema “Membangun Resiliensi Anak”, kegiatan Parents Lab menjadi ruang bagi orang tua dan sekolah untuk bersama-sama memahami berbagai pengalaman yang dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Anglis Ayu Anjarsari, M.Psi., Psikolog, pada pekan sebelumnya menjadi bahan yang menarik dalam diskusi kegiatan ini. Dengan dipandu oleh Ustadzah Nabila yang memberikan pemahaman bahwa resiliensi memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Resiliensi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan anak menghadapi tekanan atau stres, tetapi juga menjadi kekuatan yang membantu anak tetap bertumbuh dan berkembang dalam proses belajarnya. Dalam materi disebutkan bahwa “resiliensi bukan sekadar pelindung dari stress, melainkan mesin penggerak utama yang memastikan akademis anak terus menyala terang.”
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah diskusi dan pemetaan pengalaman anak. Orang tua diajak untuk melihat lebih dekat berbagai hal yang mungkin dialami anak, mulai dari persoalan dalam belajar, hubungan dengan teman, kemampuan beradaptasi, menghadapi kesalahan, mengelola emosi, hingga berbagai situasi yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman.
Parents Lab juga menjadi kesempatan bagi wali murid untuk berdiskusi mengenai pemecahan masalah yang dapat dilakukan bersama. Anak perlu belajar bahwa menghadapi kesulitan merupakan bagian dari proses bertumbuh. Kesalahan tidak selalu berarti kegagalan. Kesulitan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar mengambil keputusan, mencoba kembali, meminta bantuan, dan menemukan solusi.
Hal penting yang juga menjadi perhatian dalam diskusi adalah bagaimana orang tua menciptakan rasa aman dan nyaman di rumah.
Rasa aman tersebut menjadi modal penting bagi anak untuk menghadapi berbagai tantangan. Anak yang mengetahui bahwa ada orang dewasa yang dapat dipercaya akan lebih berani mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
Selain keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung resiliensi anak.
Parents Lab mengingatkan bahwa pendidikan anak bukanlah tugas sekolah saja dan bukan pula tanggung jawab orang tua seorang diri. Rumah dan sekolah harus berjalan bersama.
Ketika orang tua mengetahui kondisi anak di rumah dan guru memahami kondisi anak di sekolah, keduanya dapat saling memberikan informasi dan dukungan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang dialami anak dapat lebih cepat dikenali dan ditangani.
Kolaborasi tersebut juga membantu menciptakan pesan pendidikan yang konsisten. Apa yang dibangun di sekolah dapat diperkuat di rumah, begitu pula sebaliknya.
Semoga kegiatan Parents Lab tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan, tetapi menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara wali murid, guru, dan sekolah dalam mendampingi anak-anak kelas 3 Utsman SDIT Al Uswah Surabaya.
Karena ketika anak merasa aman, didengar, dihargai, dan didampingi, mereka akan memiliki keberanian untuk belajar, menghadapi tantangan, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

