Lompat ke konten

Lebih dari Sekadar Keterampilan, Karang Pamitran SAKO SIT Surabaya 2025 Perkuat Ukhuwah Pembina Pramuka

Lebih

dari Sekadar Keterampilan, Karang Pamitran SAKO SIT Surabaya 2025 Perkuat Ukhuwah Pembina Pramuka



Oleh : Ustazah Isyana Prasasti, S. Si.


Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan standardisasi pembinaan kepramukaan, Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Karang Pamitran, Rabu 9 Juli 2025 bertempat di SDIT Al Uswah Surabaya. Acara yang diikuti oleh para pembina dari berbagai sekolah di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) wilayah Surabaya ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan mengasah keterampilan praktik membina di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat ini dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan. Dalam sambutannya, pimpinan SAKO Pramuka SIT Surabaya menyampaikan melalui kegiatan pramuka bisa sebagai penyeimbang dari karakter sekolah ramah anak serta pentingnya peran pembina sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan dan keislaman.“Karang Pamitran ini bukan sekadar pertemuan, tetapi sebuah wadah untuk kita saling belajar, berbagi, dan menguatkan komitmen kita sebagai pendidik dan pembina pramuka di lingkungan Sekolah Islam Terpadu," ujar beliau dalam upacara pembukaan.

Sesi pertama setelah pembukaan adalah pendalaman materi kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Sulaikah Kurniawati. Para peserta diajak untuk me-review kembali tentang apa itu SAKO SIT, perbedaan dan persamaan pramuka SIT dengan pramukar kwartir, seragam pramuka, dan kurikulum kepramukaan. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih dinamis. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan golongan yang mereka bina, yaitu siaga, penggalang, dan penegak. Pembagian ini dilakukan agar praktik yang dilaksanakan lebih fokus dan relevan dengan karakteristik psikologis dan kebutuhan peserta didik di setiap golongan. Masing-masing kelompok golongan didampingi oleh pelatih yang kompeten. Ada kelompok siaga bersama Kak Jos Irianto, golongan penggalang bersama kak Ghofar, dan golongan penegak dibersamai Kak Winarko (Pinsakoda Jatim).

Dalam sesi praktik ini kita belajar tata cara pelaksanaan upacara. Para pembina mempraktikkan secara langsung bagaimana memimpin upacara pembukaan latihan dan upacara penutupan latihan untuk masing-masing golongan. Mulai dari formasi barisan, urutan acara, hingga intonasi dan aba-aba yang benar, semuanya dilatih dengan detail.

Setelah mahir dalam tata upacara, sesi dilanjutkan dengan praktik membina. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mensimulasikan penyampaian materi atau memimpin sebuah permainan edukatif di hadapan sesama teman pembina. Pelatih kemudian memberikan umpan balik yang konstruktif, menciptakan suasana belajar yang suportif.

Di akhir acara, sesi refleksi menjadi momen yang paling berkesan. Perwakilan peserta secara bergantian menyampaikan insight yang mereka dapatkan selama Karang Pamitran.

"Saya mendapat hal baru, seperti 3 kali tepuk pramuka yang benar dan dalam tepuk tersebut ada filosofinya, selain itu saya menjadi mengerti urutan tata cara upacara pembukaan dan penutupan latihan pramuka yang benar”, ujar salah satu pembina siaga.

Tutur pembina penggalang, “dengan membuat promes pramuka di awal pembelajaran, kita bisa merencanakan kegiatan pramuka dengan baik, tidak bingung ketika mau latihan pramuka nanti mau diisi apa”.

“Kami dari pembina penegak bisa diskusi langsung bagaimana cara menanamkan jiwa kepramukaan ke adik-adik penegak”, ucap pembina penegak.

Kegiatan ditutup dengan masing-masing peserta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Alhamdulillah Karang Pamitran SAKO SIT Surabaya kali ini berjalan dengan lancar, berhasil mencapai tujuannya, tidak hanya sebagai ajang pelatihan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan visi para pembina pramuka di lingkungan sekolah SIT Surabaya. Semangat baru ini diharapkan dapat terus menyala dan melahirkan para pramuka yang siap menjadi pemimpin masa depan. Aamiin

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *