Semarak Upacara Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia
Oleh : Ustazah Isyana Prasasti, S. Si.
Seluruh siswa kelas 4-6, guru, dan staf sekolah berkumpul dalam satu barisan rapi untuk mengikuti upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tepatnya dilaksanakan di halaman SDIT Al Uswah Surabaya dengan semangat Merah Putih yang membara. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan patriotisme di kalangan generasi muda.
Upacara dimulai tepat pukul 07.25 WIB. Petugas pengibar bendera, yang terdiri dari Dimas Respati Kurniawan, Haris Rachmad Dhani, dan Muhammad Al Fatikh Khoiri Rizqi, melangkah tegap menuju tiang bendera. Sementara itu, pemimpin pasukan Syakira Bunga Ramadhani, Ahmad Za'im Faqihuddin, Kenzola Alhgozi Ramadhani, M. Naufal Setiawan Putra serta komandan upacara, Iqbal Dzaky Arkananta Wijayanto, memimpin seluruh barisan dengan suara lantang dan tegas. Dengan seragam merah putih yang bersih, mereka menjalankan tugas mulia ini dengan penuh khidmat.
Saat Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, diiringi lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang dinyanyikan serentak oleh siswa kelas 5 Umar yang dipimpin oleh Agneshena Qonita Amieky sebagai dirigen. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan terbaik. Momen ini menjadi puncak dari upacara, di mana makna kemerdekaan benar-benar terasa di setiap hati yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh pembina upacara untuk mengenang jasa para pahlawan.
Kepala Sekolah, Ustazah Merryta Nindayani, S.Pd., sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tidak ada kata yang pantas selain syukur alhamdulillah pada hari ini Allah memberikan nikmatnya, kita masih bisa memperingati kembali Hari Ulang Tahun ke-80 Bangsa Indonesia. Yang pertama yang harus kita ingat adalah kita harus bersyukur kepada Allah karena kemerdekaan ini, semata-mata karena nikmat dan karunia Allah berikan. Sesuai dengan teks Pembukaan UUD 1945 pada alenia ketiga atas berkat rahmat Allah, semua perjuangan pahlawan kita, Allah ridai dengan Allah berikan kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 1945 Presiden pertama RI bisa memproklamasikan kemerdekaannya.
Selanjutnya adalah wujud rasa syukur kita karena momen kemerdekaan ini dimana setiap tahun kita peringati, bisa berupa lomba-lomba baik di sekolah maupun lingkungan rumah, upacara kemerdekaan, malam tirakatan, dan lain sebagainya, jangan sampai hal ini sebagai rutinitas saja. Ketika kita bisa memperingatinya setiap tahun, lalu tidak ada dampak kedepannya.
Dengan rasa syukur ini kita bisa menambah ketaqwaan dan ketaatan kita kepada Allah swt. atas nikmat besar yang sudah diberikan kepada bagsa kita, jangan sampai menjadi sebaliknya. Jangan sampai setelah 80 tahun Indonesia merdeka kita masih melihat ada saudara-saudara kita ada di bawah garis kemiskinan, hidupnya belum sejahtera, kita belum mensyukuri sepenuhnya nikmat yang Allah berikan. Dan tepat pada Hari Ulang Tahun ke-80 ini pemerintah menetapkan tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”. Bersatu berdaulat maksudnya pemerintah ingin kita senantiasa kompak dan solid bersatu, berdaulat maksudnya kita tidak hanya sekedar merdeka, kemudian menyatakan kemerdekaan, dan kita tidak dijajah oleh negara manapun, tetapi kita juga berdaulat. Kitalah yang akan mengatur negara kita sendiri. Dan ini semua akan dirasakan oleh rakyat yang sejahtera dan Indonesia maju.
Selain menambah ketaatan kita kepada Allah ada beberapa hal yang ingin ustazah Merryta sampaikan pertama sebagai siswa, kalian harus memiliki mimpi dan harapan yang besar bisa berkontribusi utk bangsa ini, karena kalianlah yang akan melanjutkan perjuangan para pahlawan kita, melanjutkan perjuangan ustaz ustazah untuk memimpin bangsa ini untuk baik lagi.
Dan berikutnya setelah kita mempunyai mimpi yang besar bersungguh-sungguh mewujudkan mimpi tersebut. Kita bisa belajar dari sejarah pahlawan kita yang merebut kemedekaan ini dengan perjuangan yang tidak mudah, mereka berani, tangguh, tidak menyerah maka Allah memberikan hadiah kemerdekaan.
Berikutnya kita wajib bangga sebagai anak Indonesia, bahwsannya negeri kita dalah negeri yang kaya, banyak penjajah negara lain dulu yang ingin merebut tanah air kita, karena mereka tahu kalau negara kita negara yang kaya, maka ustazah titipkan kepda kalian para generasi muda yang kelak akan memimpin negari ini. Banggalah terhadap Indonesia dan berkontribusi baik kepada negari ini. Kita peduli terhadap permasalah-permasalah bangsa ini dimulai dari yang kecil dalam lingkungan sekolah dan rumah, kita peduli kepada temen kita, dengan ustaz ustazah kita, dengan orang tua kita, karena itu salah satu sifat seorang pemimpin peduli dengan sekitarnya. Contoh mudahnya adalah ada sampah di depan kita, misal itu bukan sampah kita, tapi kita peduli untuk membuangnya. Dari contoh kecil ini akanada dampak besar dikemudian hari.
Terakhir peduli kepada bangsa yang masih terjajah saat ini, karena kita tahu bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa tapi masih ada negara sampai saat ini yang masih terjajah yaitu saudara kita di Palestina. Jangan sampai kita tidak peduli dengan nasib teman-teman kita, saudara-saudara muslim kita yag ada di Palesitina. Mereka masih terjajah belum Merdeka, maka teruskan langitkan doa, berikan harta terbaik kita untuk mereka.
Pada hakikatnya merdeka bukan hanya Bapak Presiden pertama kita menyatakan kemerdekaaan di tanggal 17 Agustus 1945, pertanyaan besar kita yang harus kita jawab ”Apakah kita sudah merdeka?” karema merdeka sesunggunya adalah kita tidak terjajah oleh hawa nafsu kita, kita tunduk kepada aturan yag Allah tetapkan bukan sebaliknya, semisal seharian kita bermain game, atau melihat medsos di HP, ini salah satu bentuk ketidakmerdekaan kita. Maka hari ini kita berjanji lebih baik lagi, anak-anak yang merdeka hari ini, mari kita petikkan ”merdeka 3x” takbir Allahu Akbar. Terakhir kita doakan negara kita menjadi negara yang baldatu thayyibatun wa rabbun ghafur naegara yang Allah ridai dan jadikan pemimpin yang amanah kelak. Aamin Yaa Rabbal Alamin.
Di akhir upacara ditutup dengan doa yang dipandu oleh Khadijah Annadhifah Kaamilah, memanjatkan syukur atas kemerdekaan yang telah diraih. Setelah doa dilanjutkan dengan penampilan istimewa kolaborasi dari ustaz Tedy dan ustazah Dyta membawakan lagu ciptaan Alm. Gombloh “Berkibarlah Benderaku” dengan dibawakannya bendera merah putih dengan ukuran sangat besar oleh 6 orang ustaz menuju halaman upacara.
Melalui upacara ini, SDIT Al Uswah Surabaya berhasil menanamkan nilai-nilai patriotisme, kedisiplinan, dan persatuan. Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 ini bukan hanya sebatas seremonial, tetapi sebuah pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.

