Parent’s Lab Kelas 5 Abu Bakar: Menemani Anak dalam Bertumbuh dan Berkembang
Oleh : Ustadzah Emma Febryanti, S.E., S.Pd.
Momen kebersamaan yang luar biasa di Hari Sabtu seru antara wali kelas dengan ayah bunda kelas 5 Abu Bakar. Kami saling bertukar pikiran dalam membangun resiliensi bagi anak. Seperti temanya, Let Them Try Let Them Grow. Sesuai peran ayah dan bunda, tetap memberikan ruang dan kepercayaan anak untuk berani mencoba dan bertumbuh.
Pada momen ini para orang tua berbagi pengalaman dan solusi dalam beberapa kasus yang sedang dibahas di kelas lima yaitu konflik bullying, barang tertinggal dan VMJ (Virus Merah Jambu). Alhamdulillah, banyak wali murid yang menyempatkan hadir di tengah kesibukannya. Hal yang patut disyukuri ketika ukhuwah tetap terjalin dengan baik antara wali kelas dan wali murid.
Dalam momen ini para orang tua dibentuk menjadi tiga kelompok sesuai dengan tiga kasus yang sedang dibahas. Diawali dengan ice breaking dan jargon kelas 5 untuk menghidupkan suasana. Diskusi kelompok kemudian presentasi tiap kelompok. Saat presentasi inilah dibuka sesi tanya jawab antar wali murid. Wali kelas sebagai fasilitator dan memberikan kesimpulan. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar hingga tidak terasa durasi 1,5 jam terasa kurang lama. Antusias wali murid sangat menghangatkan suasana. Semakin terbuka dengan kritikan, masukan membangun untuk lebih memahami anak-anak yang mulai remaja ini.
Saat parents lab berlangsung, banyak sekali insight yang diperoleh. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. VMJ (Virus Merah Jambu) bahasa kerennya sekarang "crush".
VMJ adalah interaksi dan ketertarikan dengan awan jenis. Pada situasi anak yang mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis, seperti perilaku caper atau mengode, anak dilatih untuk bertanggung jawab dengan cara bercerita jujur, menulis surat/hadiah dengan batasan, serta merespons obrolan seperlunya.
Peran orang tua adalah mendampingi dengan memberikan pemahaman bahwa rasa suka itu normal, memberikan edukasi batasan pergaulan dan adab Islam tanpa mematikan fitrah, serta membangun komunikasi yang terbuka. Melalui proses ini, keterampilan yang dilatih pada anak meliputi pemahaman batasan pergaulan, selektif memilih teman, fokus pada prestasi/akademis, serta kemampuan mengendalikan diri.
2. Pengelolaan Barang dan Kemandirian Anak
Kasus barang yang sering tertinggal mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dengan selalu memeriksa daftar bawaan (check list), berani jujur menyampaikan ke orang tua, serta memastikan untuk mengambil kembali barangnya.
Orang tua dapat memberikan dukungan melalui pengingat (reminder), menerapkan sistem reward & punishment, serta menyediakan ruang bagi anak untuk bercerita. Pembiasaan ini bertujuan untuk melatih keterampilan disiplin, rasa tanggung jawab, serta ketelitian melalui pelabelan pada setiap barang milik anak.
3. Penanganan Konflik dan Bullying
Dalam menghadapi kasus konflik dan bullying, tanggung jawab anak yang ditanamkan adalah tidak merasa lebih hebat, berani mengakui kesalahan dan meminta maaf, siap menerima konsekuensi, serta berani melaporkan atau membela diri.
Orang tua mendukung dengan mengklarifikasi masalah (tabayyun), menegaskan kesalahan tindakan bullying, membimbing anak agar tidak merasa rendah diri, dan menjadi tempat cerita yang aman.
Keterampilan yang diasah meliputi pengembangan bakat/hobi, kemampuan membela diri, keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), serta penanaman akhlak yang baik.
4. Komitmen dan Evaluasi Peran Orang Tua
Melalui lembar komitmen bersama, para orang tua juga menyadari pentingnya refleksi dan perubahan pada diri sendiri untuk mendukung resiliensi anak. Orang tua berkomitmen untuk lebih disiplin dalam mengatur jadwal harian, memberikan ruang dan kesempatan bagi anak agar lebih mandiri, serta konsisten dalam menerapkan aturan.
Langkah nyata ini dilakukan demi menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Semoga anak-anak kelak menjadi kuat sekuat pohon yang diterjang badai takkan roboh karena akarnya kuat. Man jadda Wa jada.

