Parents Lab Kelas 4 Utsman SDIT Al Uswah Surabaya
Oleh : UstadzahEvi Muhlisah, S.S.
Alhamdulillah, kegiatan Parents Lab Kelas 4 SDIT Al Uswah Surabaya berjalan dengan penuh kehangatan dan kolaborasi. Bersama Ayah Bunda hebat, kita belajar satu hal penting: Anak yang tangguh lahir dari orang tua yang percaya.
Parents Lab ini memang sebuah kegiatan perdana yang hadir untuk mengajak orangtua bersinergi dengan sekolah. Mengajak orang tua sharing dan saling saring informasi dan ide, Braninstorming untuk menggali gagasan sehingga bisa dilakukan di rumah. Memberi ruang bertumbuh untuk anak, mengajak melatih manajemen konflik dan mampu mengatasinya dengan cara mereka. Tidak dengan cara mengambil alih, tapi dengan dampingi, bukan mengambil alih.
Pada sesi kali ini, Ayah Bunda dibagi menjadi 3 kelompok studi kasus dan bersama-sama membedah solusi dengan metode CASE - THINK - SUPPORT - GROW.
Kasus 1: Barang Tertinggal (Kelompok 1)
CASE: Jilbab olahraga tertinggal di sekolah.
THINK (Tanggung jawab anak):
1. Mencari di tempat terakhir barang itu dipakai.
2. Menanyakan konsekuensi ke Ustadzah.
3. Bertanya ke teman / Ustadzah apakah ada yang menemukan barang.
SUPPORT (Peran orang tua):
1. Malam sebelumnya prepare checklist untuk sekolah besok.
2. Dicek kembali sebelum berangkat.
3. Memberikan identitas pada barang anak agar mudah dikenali.
GROW (Keterampilan yang dilatih): Belajar bertanggung jawab, komitmen, konsistensi, dan belajar mencari solusi.
Kasus 2: Verbal Bullying (Kelompok 2)
CASE: Anak mendapat panggilan tidak enak terkait potongan rambut / fisik, misal "potongan rambut jelek".
THINK: Berani menyampaikan apa yang dirasakan ke orang tua dan ke guru.
SUPPORT:
- Ganti potongan rambut jika memang perlu.
- Membantu memulihkan kepercayaan diri ananda.
- Fokus pada kelebihan yang dimiliki anak, bukan kekurangannya.
GROW: Keterampilan komunikasi, percaya diri, dan resiliensi mental. Setiap tantangan adalah latihan untuk masa depan.
Kasus 3: Gadget - Kurang Disiplin Waktu (Kelompok 3)
CASE: Anak kurang disiplin dalam penggunaan gadget.
THINK (Tanggung jawab anak):
- Mengendalikan diri dalam waktu penggunaan gadget.
- Ikut merawat gadget yang dipakai.
- Mematuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama orang tua.
SUPPORT:
- Membuat kesepakatan tertulis (MOU) dengan ananda tentang batasan gadget.
- Memberikan challenge pekerjaan rumah.
- Menerapkan reward & punishment yang konsisten.
- Memasang timer batasan penggunaan gadget.
GROW: Mengalihkan dengan kegiatan positif: olahraga bersama, silaturahim ke keluarga (Family Time).
Goalsnya adalah dari ketiga kasus ini, kita belajar bahwa tujuan Parents Lab bukan mencari siapa yang salah, tapi bersama untuk anak-anak. Orang tua mendampingi ananda bukan untuk menyelesaikan masalahnya tetapi memastikan bahwa mereka memiliki daya juang untuk menyelesaikan, orang tua boleh mengarahkan tetapi tidak untuk mengambil alih.
Resiliensi tumbuh ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, diberi ruang untuk salah, dan didampingi untuk bangkit lagi.
Terima kasih untuk Ayah Bunda hebat Kelompok 1, 2, dan 3 yang telah berbagi ide luar biasa hari ini. Semoga ikhtiar kita menjadi keberkahan untuk ananda sholih-sholihah.

