Lompat ke konten

Parents Lab Chapter 123: Saat Orang Tua Belajar Memberi Ruang Anak untuk Tumbuh

Parents Lab Chapter 123: Saat Orang Tua Belajar Memberi Ruang Anak untuk Tumbuh



Oleh : Ustadzah Sulaikah Kurniawati, S.Si.

Surabaya, 12 September 2026 — Membangun kemandirian dan resiliensi anak tidak selalu berarti membantu mereka menyelesaikan setiap masalah. Justru, terkadang anak membutuhkan ruang untuk mencoba, menghadapi kesulitan, menemukan solusi, dan belajar dari pengalaman.

Semangat inilah yang hadir dalam Parents Lab Chapter 123 SDIT Al Uswah Surabaya yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh orang tua siswa kelas 1, 2, dan 3, dengan konsep diskusi interaktif yang mengajak orang tua melihat kembali cara mereka mendampingi anak dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.

Parents Lab Chapter 123 mengangkat tema “Membangun Resiliensi Anak – Let Them Try, Let Them Grow”. Melalui berbagai studi kasus yang dekat dengan kehidupan anak, orang tua diajak merefleksikan satu pertanyaan penting: kapan anak perlu dibantu dan kapan anak justru perlu diberi kesempatan untuk mencoba?

Salah satu kasus yang dibahas adalah kebiasaan anak meninggalkan barang pribadi di sekolah. Persoalan sederhana seperti botol minum, alat tulis, jaket, atau perlengkapan lainnya menjadi pintu masuk untuk memahami pentingnya ownership, tanggung jawab, kemandirian, problem solving, dan resiliensi pada anak. Skenario kegiatan memang menempatkan persoalan barang tertinggal sebagai contoh konkret agar orang tua tidak berhenti pada pesan “anak harus bertanggung jawab”, tetapi memahami bagaimana tanggung jawab tersebut dilatih.

Selain itu, orang tua juga berdiskusi mengenai bagaimana seharusnya merespons ketika anak mengalami kegagalan atau menghadapi konflik dengan teman. Dalam sesi Parent Case Lab, para orang tua berdiskusi dalam kelompok, kemudian mempresentasikan hasil pemikiran mereka melalui format CASE – THINK – SUPPORT – GROW.

Kegiatan Parents Lab berlangsung dalam tiga sesi. Sesi pertama untuk orang tua kelas 1 dilaksanakan pukul 07.30–09.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua untuk kelas 2 pukul 10.00–11.30 WIB, dan sesi ketiga untuk kelas 3 pukul 13.00–14.30 WIB. Meskipun terbagi dalam tiga sesi, seluruh kegiatan membawa semangat yang sama: membangun sinergi antara rumah dan sekolah dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.

Bunda Khaisan, orang tua siswa kelas 2, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam mendampingi anak. “Kegiatan tersebut memberikan insight baru dalam mendidik dan mendampingi ananda dalam proses tumbuh kembang dan pembelajarannya.”

Sementara itu, Bunda Ali, orang tua siswa kelas 3, merasakan Parents Lab sebagai ruang yang begitu dekat dan bermakna bagi orang tua. “Kesannya sungguh luar biasa... Parents Lab merupakan ajang curhat isi hati ke ananda. Kelemahan dan kekurangan bisa langsung sharing sesama walmur dan ustadzah.”

Ia juga mengungkapkan kesan mendalam karena dapat bertemu dan belajar langsung dari pengalaman orang tua lainnya. “Baru kali ini saya bisa duduk bareng bersama walmur yang hebat, pengalaman-pengalaman beliau mengenai anak-anak keren. Sampai ada yang menangis kalau cerita soal ananda. Saya tidak bisa berkata-kata lagi, cuma bisa mendengarnya berbagi ilmu. Karena Ali anak pertama, jadi saya masih butuh belajar lagi.”

Di akhir kegiatan, orang tua diajak menentukan “One Small Change”, yaitu satu perubahan kecil yang akan mulai diterapkan di rumah untuk memberi kesempatan kepada anak agar lebih mandiri. Konsep ini menjadi bagian penting agar Parents Lab tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata dalam pengasuhan sehari-hari.

Sebab, Let Them Try bukan berarti membiarkan anak berjuang sendirian. Orang tua tetap hadir untuk mendampingi, mengarahkan, dan menguatkan, tetapi tidak selalu mengambil alih.

Melalui Parents Lab Chapter 123, SDIT Al Uswah Surabaya kembali menghadirkan ruang kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk bersama-sama belajar, bertumbuh, dan menemukan cara terbaik dalam mendampingi anak.

Karena dari kesulitan-kesulitan kecil yang mereka hadapi, anak belajar bertanggung jawab, menemukan solusi, dan perlahan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Let them try, let them learn, let them grow.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *