Forum Diskusi: Parent's Lab Kelas 5 Utsman
Oleh : Ustadzah Shinta Sutji Rachmawati, S.Pd.
Menjadi orang tua adalah anugrah terindah dari Allah Sang Pencipta. Dengan anugrah yang diberikannya maka kita akan terus belajar dan memaknai setiap langkah kehidupan. Sebagai orang tua wajib hukumnya untuk menyayangi anak. Namun, dengan berjalannya waktu terkadang rasa sayang kita lebih kepada rasa tidak tega sehingga tidak jarang kita mengambil alih untuk melakukan tugas anak-anak.
Parent's Lab hari ini mengajak orang tua dalam diskusi kecil yang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. ada empat bagian yaitu Case, Think, Support, dan Grow. Menggali bagaimana seharusnya sebagai orang tua menjaga dan mendampingi anugrah yang terindah Allah tersebut. Di kelas kami, dibagi menjadi 3 kelompok Ayah Bunda beradasaarkan case yang ada, yaitu : Barang Tertinggal, Konflik dan bullying, dan VMJ:
Kelompok Barang Tertinggal, baik tertinggal di rumah, maupun tertinggal di sekolah. Para orang tua menyimpulkan anak harus mengakui kesalahan atau tahu kesalahannya dan merasa memiliki barang tersebut, karena terkadang lebih orang tua yang merasakan rasa kepemilikan barang tersebut, sehingga anaknya kurang memperhatikan barang tersebut, yang berakibat harus beli kembali. beberapa tips yang diutarakan selalu mengingatkan, membuat ceklist dan label, melatih rasa memiliki (ownership) terhadap barang tersebut.
Kelompok Konflik dan Bullying, ketika ada konflik anak diminta untuk menceritakan dengan lengkap dan mengungkapkan perasaannya. Orang tua menyaring informasi yang didapatkan dan belajar melihat dari sudut pandang teman atau guru. Untuk pelaku dilatih untuk mengendalikan diri, sedang korban dilatih untuk lebih percaya diri, keduanya dilatih untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas(team work).
Kelompok VMJ (Virus Merah Jambu), membahas bahhwa menyukai lawan jenis adalah bentuk fitrah kasih sayang dari Allah, menjadi orang tua yang asik untuk tempat bercerita dan menggunkaan istilah-istilah bahasa anak akan membuat mereka nyaman untuk memgidentifikasi dan memvalidasi perasaan mereka. Sehingga orang tua bisa mengarahkan bagaimana untuk bertindak lanjut. dengan mencerritakan pengalaman, memberikan kegiatan positif dan family time, maka tangki cinta mereka akan penuh, sehingga tidak mencari validasi di tempat yang lain.
Kalimat penting untuk Orang Tua : Permainaan bukan siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana anak menghadapi kesulitan, mengalami kegagalan, mencoba kembali, dan menemkan cara baru untuk kembali bangkit.

