Belajar Seru di Kebun Binatang Surabaya: Menjelajah, Mengamati, dan Menyayangi Ciptaan Allah
Oleh : Ustadz Abdul Ghofar, S.E., S.Pd.
Kamis, 1 Oktober 2026 menjadi hari yang berbeda bagi siswa kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya. Jika biasanya proses belajar berlangsung di dalam kelas, kali ini anak-anak diajak keluar kelas untuk belajar langsung dari alam melalui kegiatan BADMINTON (Belajar Anggota Dan Manfaat Indera Naluri Tubuh Organ Nyata hewan) dan Outdoor Learning ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Kegiatan ini merupakan bagian dari projek pembelajaran yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami materi melalui buku, tetapi juga mengalami dan menemukan pengetahuan secara langsung. Pembelajaran dibuat lebih kontekstual sehingga apa yang dipelajari terasa lebih dekat, nyata, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah terasa berbeda. Anak-anak kelas 3 bersiap mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Setelah persiapan dan pembukaan, rombongan berangkat menuju Kebun Binatang Surabaya.
Perjalanan menuju KBS tidak hanya diisi dengan keceriaan. Anak-anak juga melakukan murojaah klasikal di kendaraan. Perjalanan pun menjadi bagian dari pembelajaran karakter: belajar tertib, disiplin, menjaga kebersamaan, sekaligus tetap dekat dengan Al-Qur'an.
Sesampainya di KBS, semangat anak-anak semakin terlihat. Mereka bersiap menjadi “penjelajah kecil” yang akan mengamati berbagai jenis hewan secara langsung.
Di dalam KBS, siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai macam hewan. Mereka tidak hanya melihat hewan, tetapi juga diajak mengidentifikasi anggota tubuh dan fungsi tubuh hewan serta mengelompokkan hewan.
Inilah salah satu keistimewaan pembelajaran di luar kelas. Konsep yang sebelumnya mungkin hanya dibaca melalui buku kini dapat dilihat secara langsung. Anak-anak dapat mengamati bentuk tubuh, cara bergerak, dan karakteristik berbagai hewan dengan pengalaman nyata.
Suasana belajar pun menjadi lebih hidup. Anak-anak mendengarkan penjelasan, berdiskusi, bertanya, dan mengamati lingkungan di sekitar mereka. Nilai-nilai santun dalam mendengar dan berbicara, tertib, serta saling menyayangi ciptaan Allah turut ditanamkan selama kegiatan berlangsung.
Dengan demikian, kegiatan bukan sekadar jalan-jalan ke kebun binatang. Anak-anak diajak untuk melihat, bertanya, menemukan, memahami, kemudian mengambil hikmah dari apa yang mereka lihat.
Kegiatan Outdoor Learning kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya menjadi bukti bahwa belajar dapat berlangsung di mana saja. Halaman sekolah, perjalanan, maupun kebun binatang dapat menjadi ruang belajar ketika kegiatan dirancang dengan tujuan yang jelas.
Anak-anak belajar dengan cara melihat langsung, bergerak, mengamati, berdiskusi, dan mengalami sendiri. Karena pada akhirnya, pembelajaran yang berkesan bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang berhasil dihafalkan, tetapi juga tentang pengalaman yang membuat anak berkata: “Oh, ternyata belajar bisa seseru ini!”.
Melalui BADMINTON, siswa kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya diajak untuk belajar dengan cara yang lebih nyata, menyenangkan, dan bermakna. Semoga pengalaman ini menjadi langkah kecil dalam membentuk generasi Islam yang tangguh, robbani, intelek, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk ciptaan Allah SWT.

