MembumikanAl-Qur’an: Rapat Kerja SDIT Al Uswah Surabaya Perkuat Program Tahfidz
Oleh : Ustadz Abdulloh Faqih Putro Argo S.H
Surabaya — SDIT Al Uswah Surabaya kembali menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran Al-Qur’an. Pada hari kedua pelaksanaan raker yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, Koordinator Al-Qur’an menyampaikan materi bertajuk “Evaluasi dan Arahan Pembelajaran Al-Qur’an” di hadapan seluruh guru pengajar tahfidz. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menyatukan visi dan memperkuat arah kebijakan pembelajaran tahfidz agar lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada hasil. Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa pembelajaran tahfidz tidak hanya berfokus pada penambahan hafalan, tetapi juga pada kualitas murajaah, evaluasi berkelanjutan, serta perbaikan sistematis di setiap kelompok belajar.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya evaluasi real dari setiap pengajar. Guru diminta untuk menyampaikan kondisi nyata siswa di kelompok masing-masing, termasuk progres hafalan, kendala yang dihadapi, serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, ditekankan pula penerapan siklus pembelajaran tahfidz yang meliputi murajaah, evaluasi, dan perbaikan. Siklus ini diharapkan menjadi budaya kerja yang konsisten diterapkan oleh seluruh pengajar agar pembelajaran tidak berjalan monoton, melainkan terus mengalami peningkatan kualitas.
Dalam rangka menjaga ketercapaian target hafalan, sistem sertifikasi akumulasi bulanan kembali ditegaskan. Sistem ini memungkinkan pemantauan capaian hafalan siswa secara berkala dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan lanjutan, termasuk dalam penentuan program pembinaan khusus serta persiapan beasiswa bagi siswa unggulan.
Materi yang disampaikan juga mencakup beberapa program strategis lainnya, seperti persiapan beasiswa, mentoring progres tahfidz, serta penegasan tata tertib pembelajaran tahfidz. Standarisasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang disiplin, terarah, dan seragam di setiap kelas. Pada bagian akhir, disampaikan pula penguatan pelaksanaan SAS (Sumatif Akhir Semester) tahfidz sebagai puncak evaluasi capaian siswa. Pelaksanaan SAS dirancang melalui proses yang terstruktur, dimulai dari penguatan murajaah, pengawalan oleh orang tua di rumah, hingga penilaian yang objektif dan murni.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru pengajar tahfidz dapat menjalankan perannya secara optimal, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengawal perkembangan hafalan siswa secara menyeluruh. Dengan sistem yang semakin kuat dan terarah, SDIT Al Uswah Surabaya optimis dapat mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas dan berakhlak mulia.

