Lompat ke konten

Maggot BSF Sebagai Pengurai: Outdoor Learning Kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya

Maggot BSF Sebagai Pengurai: Outdoor Learning Kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya



Oleh : Ustadzah Evi Muhlisah, S.S.

Permasalahan sampah khususnya di kota Surabaya menjadi problem serius sampai saat ini. Terutama sampah organik, jenis sampah yang berasal dari sisa sayuran, makanan, dan buah busuk seringkali dibuang begitu saja. Bercampur dg sampah plastik dan lainnya. Bahkan sampai saat ini belum ada solusi jitu untuk masalah ini. Kegiatan OL siswa  kelas 3 berkunjung ke Qumaggot (Queen Rumah Maggot) yang berlokasi di Tambak Wedi, Kedung Cowek.

Bersama kak Queen Allysa Kabeer Lukito seorang pelajar kelas 8 SMPN 1 Surabaya dengan kiprahnya sebagai Putri Lingkungan Hidup 2024 memberikan edukasi tentang sebuah solusi sampah organik dengan maggot BSF (Black Soldier Fly) sebagai pengurai.

Siklus hidup si maggot ini selama 18 hari yang tugasnya hanya makan dan makan. Setiap hari kak Queen harus memberi makan maggot-maggot ini dengan hampir 20 kilogram sampah organik yang berasal dari pasar-pasar dan rumah makan serta warung-warung makanan di sekitar.

Setiap siswa antusias mengenal baby maggot sampai maggot dewasa. Selain maggot kak Queen juga mengenalkan beberapa cara pengolahan sampah organik yaitu tong aerob dan keranjang takakura. Karena takakura dirasa kurang efektif dan memerlukan waktu yang lama, sehingga sudah ditinggalkan. Dan beralih ke maggot BSF sebagai solusi pengurai sampah organik.

Setiap siswa mencoba dan bersimulasi memegang dan memberi makan maggot.  Hasil dari sampah organik ini adalah kasgot (pupuk organik) yang berasal dari kotoran dan sisa makanan maggot.

Alhamdulillah.. Kegiatan outdoor learning hari ini seruuu sekali.

Nah, setelah OL maka siswa akan melakukan aksi nyata yaitu belajar membuat pupuk di sekolah dari sisa² makanan dengan maggot sebagai pengurai.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *