Lompat ke konten

Achievement Motivation Training (AMT) for parents

Achievement Motivation Training (AMT) for Parents

Oleh : Shinta Sutji Rachmawati, S. Pd

Alhamdulillah, Achievement Motivation Training (AMT) for Parents telah terlaksana dengan baik pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu. Peserta acara ini adalah orang tua dari siswa siswi kelas 6 SDIT Al Uswah Surabaya yang bertempat di Hall A Asrama Haji Surabaya. Kegiatan yang bertemakan “Sinergi bersama Wali Murid untuk Siswa Berprestasi dan Berakhak Islami” ini menghadirkan Bunda Sinta Yudisia, seorang trainer nasional, psikolog, dan penulis yang telah banyak berkecimpung dalam dunia remaja dan pengasuhan anak.

Training ini bertujuan untuk memotivasi orang tua dalam mendampingi anak-anak dalam proses pendidikan di lingkungan rumah, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits tentang pentingnya peran orang tua dalam proses tersebut, “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR al-Baihaqi dan ath-Thabarani)

Dalam training motivasi ini, Bunda Sinta Yudisia mengajak para orang tua untuk menggali kisah kesuksesan para tokoh dunia, seperti Muhammad Al-Fatih, Salahudin Al-Ayyubi, Albert Einstein, dan lain-lain yang ternyata tidak lepas dari pengasuhan dan pendampingan kedua orang tua. Ayah dan ibu berperan dan bekerja sama dalam pendampingan anak.

Berkaca dari kisah Khabib Nurmagomedov, seorang pegulat asal Rusia yang selalu menjaga adab di manapun ia berada, diketahui bahwa ia sangat dekat dengan ayahnya yang seorang muslim. Akhlak yang tertanam menjadi tameng dari profesi yang ia geluti. Hal ini selaras dengan kisah dalam Al-Qur’an yang menggambarkan bahwa dialog ayah dengan anak sebaiknya lebih banyak dibandingkan dengan ibu dan anak.

Bunda Sinta Yudisia juga menceritakan bahwa di Korea Selatan ketika seorang ibu marah, maka ia akan membuat masakan sampai marahnya hilang, kemudian yang bertugas mengingatkan anaknya adalah ayahnya, sehingga terjalin kerjasama di antara keduanya dalam pendidikan anak.

Terkadang di mata orang tua anak hanya terlihat salahnya saja, sehingga orang tua lebih banyak memberikan label yang kurang baik terhadap anak. Mindset seperti ini yang seharusnya dibongkar dalam pendampingan dan pengasuhan anak. Membantu anak-anak mencapai cita-cita dibutuhkan perjuangan keras dan panjang. Karena mendidik adalah suatu proses yang memerlukan waktu yang lama, mulai dari pembiasaan dan pengaruh lingkungan di sekitarnya.

Untuk mendampingi anak-anak “spesial”, maka kuncinya adalah ekstra doa, ekstra waktu, ekstra mencari bimbingan, dan ekstra mendampingi. Doa-doa yang dilafalkan oleh Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an adalah contoh doa yang bisa kita panjatkan. Ekstra waktu dengan meluangkan waktu untuk memberikan perhatian ataupun untuk sekedar bermain dengan anak, terlebih kepada anak yang penurut atau introvert. Karena mereka membutuhkan penguatan untuk mengambil keputusan.

Ekstra bimbingan dengan mengenal dan mencari tahu game atau kebiasaaan apa yang dimainkan dan dilakukan anak. Beberapa riset mengatakan bahwa pornografi, perundungan, berbohong, dan distraksi berasal dari game yang biasa mereka mainkan. Pornografi disamarkan lewat suara atau pakaian pada tokoh game. Dalam game juga terdapat perilaku kekerasan secara fisik dan verbal jika bermain bersama-sama.

Waktu bermain game yang terkadang tidak terkontrol pun bisa menimbulkan kecanduan game yang nantinya dapat mengakibatkan anak berbohong dan mencuri waktu untuk bermain game. Memantau penggunaan gadget, berdiskusi tentang apa yang ditonton, memainkan game bersama dan memberikan arahan adalah beberapa cara dari ekstra pendampingan yang bisa kita lakukan, sehingga anak tidak merasa diacuhkan kemudian mencari kesenangan di luar tanpa pantauan dari orang tua.

Di akhir sesi AMT, para orang tua mendapatkan kesempatan untuk membaca surat cinta dari ananda yang telah ditulis pada AMT for Kids sebelumnya. Surat tersebut merupakan curahan hati para siswa untuk orang tuanya mulai dari ungkapan rasa terima kasih, hingga harapan anak kepada orang tuanya. Tak sedikit orang tua yang menangis terharu ketika membaca surat tersebut. Para orang tua pun kemudian menulis surat balasan untuk para siswa yang nantinya yang akan dibaca pada momen khusus agar dapat menjadi motivasi belajar dan meraih prestasi.

Semoga acara AMT ini dapat menambah semangat orang tua dalam mendampingi anak meraih prestasi yang cemerlang untuk generasi mendatang. Sinergi bersama Wali Murid untuk Siswa Berprestasi dan Berakhak Islami.

Kelas 6…. Akhlak Ok, Ibadah Jos, Siap Jadi Lulusan Terbaik! Allahu Akbar!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *