Jangan Takut Bermimpi
Oleh : Sulaikah Kurniawati, S.Si (waka kesiswaan)
Apa mimpimu? Pernah tersudut dengan pertanyaan tersebut dari seorang guru. Betapa tidak, aku tak mampu menjawabnya. Mimpi apa? Bahkan bermimpi pun aku tak bisa, bagaimana pula mewujudkannya.
Lalu sang guru memberikan arahan untuk percaya pada sesuatu yang kita impikan. Dengan cara menuliskan mimpi itu dan menyebutkan dalam setiap doa. Itu dulu. Delapan tahun lalu. Sampai kemudian aku merenung. Bukan melamun. Refleksi tepatnya.
Bukankah apa yang terwujud sekarang adalah mimpiku di masa lalu?
Dulu, ketika mahasiswa, aku punya keinginan untuk bersuamikan seseorang yang sevisi sehingga rumah tangga kami bernuansa da’awiy. Alhamdulillah, sekarang mimpi itu terwujud. Aku dan suamiku berusaha untuk tetap di jalan dakwah kami masing-masing. Beliau di dakwah partai, aku di dakwah pendidikan.
Dulu, di awal menikah, aku punya keinginan untuk tetap bisa belajar walaupun sudah jadi emak-emak. Dan sekarang benar-benar terjadi. Tercatat empat kali kesempatan belajar aku ikuti mulai dari Diklat Guru SD selama 10 bulan, Pendidikan Profesi Guru, Dale Carnegie Training sampai Diklat Calon Kepala Sekolah. Kesempatan belajar yang skala kecil juga banyak, malah puluhan kali.
Sekali lagi, it worked! Mimpi itu terwujud dan aku seakan tak menyadarinya.
Lalu mengapa pula aku takut bermimpi? Insecure yang tak perlu!
Ah, bangunlah wahai diri! Bangun mimpimu dan perjuangkan!
Baiklah, aku pun menyusun mimpi-mimpiku bahkan aku menuliskannya. Aku sampaikan mimpi-mimpi itu dalam bait-bait doa. Kurapal di waktu-waktu mustajab.
Alhamdulillah, waktu pun berlalu dengan menggoreskan banyak mimpi yang terwujud. Salah satunya adalah menulis buku antologi dan solo. Tercatat 27 buku antologi, dan 3 buku solo telah cetak. Sekarang mau lahiran buku solo keempat dan kelima. Tuh kan, Allah Maha Baik sudah mewujudkan mimpi itu.
Apakah semua mimpi akan terwujud? Jawabanku adalah iya.
Allah akan mengabulkan doa (baca=mimpi) kita melalui tiga cara. Cara pertama, langsung mengabulkannya pada saat itu. Pernah kan kita membatin ingin makan makanan tertentu, lalu tiba-tiba ada tetangga kita yang mengetok pintu memberikan makanan itu. Nah nah, itu contoh mudahnya.
Kedua, mewujudkan mimpi itu di kesempatan lain. Ini yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Mimpi sekarang, tapi terlaksana di kemudian hari.
Cara ketiga, mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Nah, inilah yang sering tidak kita sadari. Seakan mimpi kita kandas, doa kita tidak diijabah. Hey dude! Allah lebih tahu, mimpi, dan doa mana yang terbaik untuk hambaNya, maka Allah memberikan hal lain yang lebih baik.
Saya pernah bermimpi, bahkan sampai sekarang, punya mobil Ertiga warna merah. Namun Allah memberikan saya motor Mio J warna merah. Allah mengganti yang lebih baik, karena tahu saya belum layak punya Ertiga. Boro-boro, wong nyetir mobil aja nggak bisa. Wkwkwkw.
Lalu, apa saja mimpi-mimpiku sekarang? Banyaaak…
Pergi ke Baitullah, menjadi penulis novel best seller, Ertiga warna merah, mengantarkan anak-anak sukses dengan bakat minatnya, tua tanpa sakit-sakitan, husnul khatimah, adalah sedikit dari mimpi-mimpi saya. InsyaAllah akan terwujud. Kuncinya adalah yakin dan taat dengan sebenar-benar taat. Selama saya tetap dalam garis edar yang telah ditunjukkan Allah tentunya. Ini adalah bab keimanan yang tak mudah dibeli di warung mana pun.
Maka, bermimpilah, lalu taat padaNya dan berjuanglah. Biarkan Allah yang akan menggenapkan mimpi itu, dengan caraNya yang indah.
Trust me, it works!
